Blog bisnis
Teman-teman, saudara-saudara, rekan-rekan,
silahkan mengunjungi blog saya mengenai bisnis di:
http://riswan-businesstalk.blogspot.com/
Salam
riswan
Teman-teman, saudara-saudara, rekan-rekan,
silahkan mengunjungi blog saya mengenai bisnis di:
http://riswan-businesstalk.blogspot.com/
Salam
riswan
Tak terasa setiap waktu telah terlewati
Ilmu, hikmah dan pelajaran mengisi lembaran waktu demi waktu
Setiap laku dan sabda meninggalkan noda, karena fitrahnya manusia yang selalu
ditemani nafsu dan setan
Setiap langkah meninggalkan jejak yang tak selalu putih
Putih kita niatkan, hitam yang terlewatkan dan teman yang terkorbankan
Setelah melewati bulan suci Ramdhan
Dengan tulus memohon maaf
Atas hitam, jejak, kotor yang tertinggal diantara teman-teman semua,
diantara kalian semua
Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir Batin, Met Idul Fitri 1 Syawal 1430H
Semoga silaturahmi diantara kita dan tulisan2 selanjutnya di blog ini
dapat bermanfaat. Amin
Wassalam
Riswan Septiawan Gusman
“Setiap orang membuat kesalahan. Itulah sebabnya, pada setiap pensil
ada penghapusnya” (Pepatah Jepang)
Kali ini saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah penuh hikmah dari sebatang pensil. Dikisahkan, sebuah pensil akan segera
dibungkus dan dijual ke pasar. Oleh pembuatnya, pensil itu dinasihati mengenai tugas yang akan diembannya. Maka, beberapa wejangan pun diberikan kepada si pensil. Inilah yang dikatakan oleh si pembuat pensil tersebut kepada pensilnya.
“Wahai pensil, tugasmu yang pertama dan utama adalah membantu orang sehingga memudahkan mereka menulis. Kamu boleh melakukan fungsi apa pun, tapi tugas utamamu adalah sebagai alat penulis. Kalau kamu gagal berfungsi sebagai alat tulis. Macet, rusak, maka tugas utamamu gagal.”
“Kedua, agar dirimu bisa berfungsi dengan sempurna, kamu akan mengalami proses penajaman. Memang meyakitkan, tapi itulah yang akan membuat dirimu menjadi berguna dan berfungsi optimal”.
“Ketiga, yang penting bukanlah yang ada di luar dirimu. Yang penting, yang utama dan yang paling berguna adalah yang ada di dalam
dirimu. Itulah yang membuat dirimu berharga dan berguna bagi manusia”.
“Keempat, kamu tidak bisa berfungsi sendirian. Agar bisa berguna dan bermanfaat, maka kamu harus membiarkan dirimu bekerja sama dengan manusia yang menggunakanmu” .
“Kelima. Di saat-saat terakhir, apa yang telah engkau hasilkan itulah yang menunjukkan seberapa hebatnya dirimu yang sesungguhnya.
Bukanlah pensil utuh yang dianggap berhasil, melainkan pensil-pensil yang telah membantu menghasilkan karya terbaik, yang berfungsi
hingga potongan terpendek. Itulah yang sebenarnya paling mencapai tujuanmu dibuat”.
Sejak itulah, pensil-pensil itu pun masuk ke dalam kotaknya, dibungkus, dikemas, dan dijual ke pasar bagi para manusia yang membutuhkannya.
Friends, pensil-pensil ini pun mengingatkan kita mengenai tujuan dan misi kita berada di dunia ini. Saya pun percaya bahwa bukanlah
tanpa sebab kita berada dan diciptakan ataupun dilahirkan di dunia ini. Yang jelas, ada sebuah purpose dalam diri kita yang perlu untuk
digenapi dan diselesaikan. Sama seperti pensil itu, begitu pulalah diri kita yang berada di dunia ini. Apa pun profesinya, saya yakin kesadaran kita mengenai tujuan dan panggilan hidup kita, akan membuat hidup kita menjadi semakin bermakna.
diambil dari milis JBRB
Mengapa tema ini saya angkat? Karena menurut saya unsur ini- konsisten dan keberlanjutan – merupakan hal yang tidak kalah penting dalam bisnis. Pemikiran ini merupakan murni hasil dari pengalaman pribadi.
Jika kita melihat cerita sukses Kolonel Sanders yang menciptakan Kentucky Fried Chicken, bagaimana perjuangan dia setiap hari masuk dan keluar restoran untuk menawarkan resep Fried Chicken nya. Dia secara konsisten dan terus menerus setiap hari -pantang menyerah- berusaha untuk mewujudkan mimpinya. Bagaimana Soichiro Honda setiap harinya duduk dan menekuni apa yang menjadi kesukaannya akan dunia otomotif. Secara konsisten, dan berkelanjutan. Dan pada akhrinya mereka menemukan satu titik keberhasilan atas apa yang diusahakannya selama itu. Sebuah penghargaan akan usaha untuk dapat bertahan dan terus menghasilkan yang lebih baik.
Konsisten dan terus menerus memang merupakan senjata ampuh dalam melakukan segala hal di samping bisnis. Dalam keseharian, dalam beraktivitas, dalam menuntut ilmu, konsisten dan kontinuitas merupakan kunci sukses dalam menggapai hasil optimal. Karena dengan itu kita melakukan, kita berbuat, kita menghasilkan yang kemudian akan di follow up untuk dihasilkan hal yang lebih baik daripada sebelumnya.
Saya ingin loncat ke cerita lain untuk memperlihatkan bahwa kedua hal ini sangat berpengaruh dalam kesharian kita. Jika kita melihat sejarah Nabi Muhammad SAW yang setiap hari secara konsisten dan terus menerus medakwahkan ajaran islam kepada umatnya, secara sabar dan ikhlas menerima cacian dan makian umatnya, teruuus dengan sabar dan akhirnya berhasil. Cerita lain dimana seorang Mahtma Gandhi dengan konsisten dan berkelanjutan memperjuangkan keyakinannya yang dapat merubah sejarah dunia. Dengan ini dapat dilihat bagaimana konsisten dan kontinuitas sangat berpengaruh.
Dan rasanya, sangat wajar sebuah bisnis akan berhasil jika kita menerapkan sebuah sistem dan kerja yang konsisten dan berkelanjutan yang tentunya diiringi dengan perbaikan dan kebaikan setiap harinya. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan merupakan ajang sharing dengan teman-teman semua.
Salam

First time that I saw your face
I was blown away without a trace
I felt so alone on a busy street
When you passed me by, I felt my feet
Melt away
Melt awat
I pray to God that I can meet
Somebody like the girl that I’ve just seen
Someone that can stop me dead
Someone that will spin round
In my head all day
In my head all day
Someday I will fly with you
Someday I will fly with you
That night I saw her again
Was the first time I touched her hand
She made me feel so warm
We talked all night
Till the dawn came our way
Till the dawn came our way
But the timing was all wrong
When I met the one, I shoulda known
Instead I walked away
Leaving behind my destiny on that day
My destiny on that day
Someday I will fly with you
Someday I will fly with you
But I still see your face in my mind
It’s the only place
And we will meet again
And I will touch
Your hand again on that day
Your hand again on that day
Someday I will fly with you
Someday I will fly with you
Someday I will fly with you
Someday I will fly with you
Song: Pete Murray
Pic: http://bebane.wordpress.com/2007/01/
menapaki jalan baru, titian baru, dan rasa baru
terasa baru dan membiru
biru dengan wajah lama terpendam, biru dengan keharuan dan kesenangan
kebahagiaan akan penemuan sosok yang telah lama hilang dan mengisi relung
lalu kembali ke dasar, kehampaan dan keperihan, terbentur makna sejatinya SATU
sejatinya cinta dan sejatinya prasangka publik
mendefinisikan hati demi sebuah kata: kebahagiaan
mendefinisikan kebersamaan demi sebuah rasa: indah
dan merelakan jiwa demi sebuah keinginan: tak tersakiti
merelakan.merelakan.merelakan.merelakan = tersakiti = merelakan = terlupakan = waktu
melangkah, jika membahagiakan
tak perlu menoleh ke belakang, jauh didepan merupakan hal terpenting
sisakan yang putih dan hapuslah yang hitam
mengalirkan air mata tak memberi makna, hanya meluangkan waktu tuk mengais kepedihan
akan waktu yang telah dilalui
pikirlah, aku ini sampah
dan tak layak untuk dimiliki, sudah fitrahnya harus terbuang
akulah sisa-sisa dari cacian peri yang tak terperi
simpanlah air matamu, untuk hal-hal selain aku…
Mat Bloger sedang mabuk kepayang dalam pelukan Facebook. Jejaring sosial itu bagaikan pil nikmat yang bisa membuat dirinya ekstase. Setiap saat dia membuka Facebook dengan BlackBerry Storm miliknya, di kantor, di bus, di taksi, di mal, di kafe, di mana-mana. Macam-macam yang ia kerjakan: melihat status teman, mengunggah foto dan video, bincang-bincang dengan koleganya di mancanegara, memainkan game Trivian atau balapan mobil, dan sebagainya.
Saking terlenanya oleh Facebook, Mat Bloger ditegur bosnya. Dia dianggap lebih mementingkan jejaring sosial itu ketimbang pekerjaan. Produktivitasnya pun dinilai turun. Tentu saja Mat Bloger tak terima ditegur begitu.
“Semprul! Bos macam apa itu? Mosok saya disebut buang-buang waktu dan kurang produktif. Membuka Facebook kan bagian dari pekerjaan, Mas. Saya memperluas jaringan, berkomunikasi dengan para klien, dan memantau pasar. Huh, dasar sontoloyo!”
Saya ngakak mendengar Mat Bloger mengomel. Facebook memang memicu kontroversi. Di beberapa perusahaan, akses ke Facebook malah sudah diblokir karena dipandang tiada gunanya dan hanya membuang waktu. Tapi di korporat-korporat lain, jejaring sosial itu dibiarkan karena dianggap bagus bagi karyawan. Mana yang benar?
Facebook itu memang fenomena teknologi yang membuat kita berdecak-decak kagum. Dua tahun belakangan ini jumlah penggunanya melonjak drastis di seluruh dunia, sekitar 250 juta, atau bertambah 50 juta dalam tiga bulan terakhir. Di Indonesia saja, lebih dari 6,8 juta pengguna. Dan Indonesia berada di peringkat tujuh negara dengan pengguna terbanyak.
Popularitas itu membuat sebagian kalangan lalu menimbang-nimbang baik dan buruknya. Awal pekan ini, lembaga riset Nucleus Research menyurvei pengaruh Facebook terhadap produktivitas karyawan. Survei dilakukan secara acak terhadap 237 pekerja kantoran. Hasilnya menunjukkan Facebook menurunkan 1,5 persen produktivitas karyawan. Artinya, jika ada 100 pegawai yang semuanya membuka Facebook ketika bekerja, itu sama dengan perusahaan kehilangan 1,5 karyawan. Sebanyak 87 persen responden mengaku aktivitas mereka di Facebook tak berhubungan dengan pekerjaannya. Tapi rasanya terlalu dini kita mengambil kesimpulan dari survei dengan sampel yang sangat kecil.
Pada Juni lalu, perusahaan aplikasi berbasis web 2.0, Facetime, mengeluarkan hasil berbeda. Menurut survei mereka, 1.199 responden dari kalangan profesional di bidang teknologi menganggap jejaring sosial seperti Facebook sangat penting bagi pekerjaan mereka. Sebanyak 46 persen responden menilai aplikasi jejaring sosial–Linkedn, Facebook, dan Twitter–memiliki business value. Tapi 31 persen responden mengakui penggunaan jejaring itu perlu dikontrol.
Profesor Brent Coker dari Universitas Melbourne mengungkapkan data lain. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya terhadap 300 responden, lebih dari 9 persen karyawan lebih produktif jika sempat istirahat sejenak. Istirahat sejenak itu maksudnya berkegiatan di sela menyelesaikan pekerjaan, misalnya merokok, mengudap, ngobrol, atau membuka Facebook.
“Jadi kesimpulannya bagaimana, Mas? Facebook itu baik atau buruk?”
“Kita tak bisa melihat masalah ini secara hitam-putih, Mat. Facebook mungkin memang meningkatkan produktivitas, barangkali juga tidak. Untuk karyawan yang mampu mengelola waktu, menata prioritas kerja, Facebook tentu bukan ancaman. Sebaliknya bagi mereka yang terlalu larut membuka jejaring sosial itu, misalnya lebih dari empat jam atau separuh jam kerjanya, tentu Facebook bakal jadi masalah.
Manajemen sebuah perusahaan juga tak bijaksana bila serta-merta menutup akses ke jejaring tersebut. Perusahaan mestinya lebih fokus pada upaya mengapresiasi karyawan yang kinerjanya bagus dan mendisiplinkan pegawai yang kerjanya amburadul. Bukan mempermasalahkan Facebook.”
artikel diperoleh dari http://blog.tempointeraktif.com/blog/perlukah-kantor-memblokir-facebook/
yup setuju dengan artikel di atas, liat kasus orangnya bukan facebooknya. Bisa jadi facebook malah menjadi salah satu alat untuk ngetes karyawan apakah mereka bisa disiplin, mengatur waktu dan melihat proritas.
Rabu, 01 Juli 2009 | 14:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Ernst & Young kembali mencari wirausahawan terbaik tahun ini. Pemenang akan diumumkan dalam gala dinner pada 18 November. “Kami berharap tahun ini lebih banyak lagi wirausahawan Indonesia yang ikut serta dalam program ini,” kata Chief Executive Officer Ernst & Young Giuseppe Nicolosi dalam pembukaan program tersebut di Jakarta, Rabu (1/7).
Giuseppe mengatakan kriteria wirausahawan terbaik tahun ini masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya yakni inovasi, integritas, semangat kewirausahaan, strategi bisnis, kinerja keuangan, dan dampak nasional dari usaha mereka.
Selama dua bulan ke depan panitia akan menerima nominasi dari semua kalangan. Setelah itu juri akan menyeleksi para nominator selama dua bulan. Para juri kemudian akan mengunjungi para nominator di lokasi usaha mereka.
Selain mencari pemenang dari kalangan pebisnis, Ernst & Young bekerja sama dengan Schwab Foundation juga mencari nominasi untuk Social Enterpreneur. “Peran wirausaha pada saat krisis seperti ini sangat penting karena menghadirkan ide-ide baru yang membuat bisnis lebih dinamis,” katanya.
Pemenang penghargaan wirausahawan terbaik akan mewakili Indonesia pada acara penghargaan World Enterpreneur of The Year di Monte Carlo pada tahun depan. Sedangkan pemenang Social Enterpreneur akan mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Schwab Foundation dan World Economic Forum.
Ernst & Young memulai program penghargaan ini sejak 2001. Sejak dimulai hingga saat ini, sudah ada 115 finalis yang mengikuti program tersebut.
Lets join and be success youngentrepreuner!!!
Saatnya membuktikan talenta kamu dan invovasi di bidang bisnis!!!

Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2009 adalah program pemberian penghargaan persembahan Bank Mandiri kepada wirausahawan muda. Program ini dimulai sejak tahum 2007, sebagai wujud kepedulian Bank Mandiri terhadap pengembangan UMKM sebagai salah satu pilar perekonomian Indonesia
Mahasiswa Perguruan Tinggi mulai dari Program D1, D2, D3, D4 dan S1
Mahasiswa Perguruan Tinggi Program Pascasarjana dan alumni Program D1, D2, D3, D4, S1, S2 dan S3 (masa alumni maksimal 5 tahun)
Mencakup berbagai macam sektor industri (Pertanian, Peternakan, Perkebunan, Perikanan dan Jasa)
Mencakup berbagai pengolahan makanan dan minuman
Mencakup Design Fashion, Video, Film & Fotografi, Kerajinan, Design Arsitektur dan Layanan Komputer
| 1. | Aspek kewirausahaan | : | bobot 40% |
| 2. | Aspek pengelolaan bisnis | : | bobot 30% |
| 3. | Aspek sosial | : | bobot 20% |
| 4. | Aspek kepribadian | : | bobot 10% |
| 1. | Pendaftaran | : | Mei-Agustus 2009 |
| 2. | Survei lokasi | : | Mei-September 2009 |
| 3. | Penjurian wilayah | : | Oktober 2009 |
| 4. | Penjurian nasional dan pembinaan | : | November 2009 |
| 5. | Penganugerahan penghargaan | : | November 2009 |
Di seluruh cabang Bank Mandiri dan perguruan tinggi setempat atau kunjungi:
Silahkan hubungi mandiri call14000 atau email ke Wirausaha Muda Mandiri
Atau lebih lengkapnya klik http://www.bankmandiri.co.id/promo/wmm1.asp
ayo pada ikutan dan jadilah pemuda sukses dan mandiri!!!
Kamis, 09 Juli 2009 | 19:53 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG- Sektor Industri Kriya dan Kreatif di Jawa Barat diprediksi akan menyerap sedikitnya 400 ribu tenaga kerja setiap tahunnya. Sektor ini, selain membutuhkan tenaga kerja massal dari sektor formal maupun informal, juga menyumbang 3,3 persen produk domestik bruto di Jawa Barat.
” Di Jawa Barat sendiri baru 300 industri kriya dimana 30 persen pelakunya perempuan yang terdata. Kami masih mendata total seluruhnya yang potensial” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekrasnada) Jawa Barat Netty Prasetiani Heryawan di sela pembukaan Kriya Pesona Bandung ke 4, Kamis (9/7).
Target Dekranasda Jabar sendiri selain pemenuhan modal buat industri kriya juga adalah pelatihan teknologi informasi agar mereka lebih mudah dalam memasarkan produknya.”Ini yang tengah kita kembangkan agar tingkat pemasaran produknya membaik,” ujarnya.
Menurut Netty, perlu kebijakan dari pemerintah untuk mengeluarkan surat edaran berupa imbauan agar masyarakat menggunakan produk lokal. Pameran 70 Produk unggulan industri kriya dan kreatif rumahan kota Bandung digelar dari hari ini, Kamis (9/7) sampai Ahad, 12 Juli 2009 di Graha Manggala Siliwangi.
Ayo kita majukan industri kreatif kota Bandung!!!
Recent Comments