untitled

menapaki jalan baru, titian baru, dan rasa baru
terasa baru dan membiru
biru dengan wajah lama terpendam, biru dengan keharuan dan kesenangan
kebahagiaan akan penemuan sosok yang telah lama hilang dan mengisi relung
lalu kembali ke dasar, kehampaan dan keperihan, terbentur makna sejatinya SATU
sejatinya cinta dan sejatinya prasangka publik

mendefinisikan hati demi sebuah kata: kebahagiaan
mendefinisikan kebersamaan demi sebuah rasa: indah
dan merelakan jiwa demi sebuah keinginan: tak tersakiti
merelakan.merelakan.merelakan.merelakan = tersakiti = merelakan = terlupakan = waktu

melangkah, jika membahagiakan
tak perlu menoleh ke belakang, jauh didepan merupakan hal terpenting
sisakan yang putih dan hapuslah yang hitam
mengalirkan air mata tak memberi makna, hanya meluangkan waktu tuk mengais kepedihan
akan waktu yang telah dilalui

pikirlah, aku ini sampah
dan tak layak untuk dimiliki, sudah fitrahnya harus terbuang
akulah sisa-sisa dari cacian peri yang tak terperi
simpanlah air matamu, untuk hal-hal selain aku…

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.