Archive

Archive for 2009/01/11

Amosir Harefa

Kisah ini masih seputar tentang pengalaman saya di Tanah Nias, Sumatera Utara.

Hari ini, 10 januari  2009 saya rapat bersama salah satu anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia untuk daerah Nias. Beliau bernama Amosir Harefa. Isi rapat adalah studi kaji tentang keadaan Omo Sebua (rumah raja) yang kondisinya saat ini perlu bantuan. Rata-rata rumah omo sebua saat ini kondisinya rusak dan tidak layak huni. Semua dipaparkan oleh beliau begitu gambling dan jelas. Saya kagum terhadap orang-orang seperti beliau karena wawasannya begitu luas dan pengorbanannya begitu besar terhadap Nias. Beliau pernah mendapat kancing emas dari Nias Reconstruction Program sebuah NGO (Non Government Organization) yang berasal dari Australia karena telah membantu banyak dalam pembangunan Nias. Beliau pun telah merehabilitasi rumah raja yang berada di Hilinawalo Mazingo yang sudah termasuk dalam daftar warisan budaya internasional dalam program UNESCO. Beliau dengan rela membawa kayu dengan diameter begitu besar dari Pulau Telo ke Pelabuhan di pulau nias. Saya rasa saat ini Nias memerlukan orang-orang seperti ini. Memerlukan orang-orang yang tanpa pamrih membangun kembali desanya dengan penuh semangat.

Ada kata-kata beliau yang masih saya ingat.

“Saya siap antar bapak kemanapun, siang, malam, pagi dan petang untuk mensurvey tempat-tempat di Nias ini”.

“Saya tidak membutuhkan uang. Yang saya cari adalah NAMA. Dengan mereka mengingat nama saya berarti saya telah memberikan sesuatu yang sangat berharga untuk pulau ini. Tano Niha (Tanah Nias)”.

Terakhir sebelum beliau pulang Pak Rijadi (team leader oversight consultant traditional housing nias 2) meminta maaf bahwa kita tidak menyuguhi beliau dengan sebaik mungkin. Hanya dengan secangkir the manis dan pisang susu. Dengan senyum beliau mengeluarkan kata-kata pepatah dalam bahasa nias yang artinya:

“Kalau saat ini air laut surut, esok mungkin akan pasang”

sorake11jan09

Categories: Uncategorized