Archive

Archive for January, 2009

27 januari 2009

2009/01/27 riswan99 4 comments

karena kamu lagi terbenam, aku pun ikut tenggelam seharusnya tanganku diatas sehingga bisa meraihmu tapi hatiku tak seperti itu, letaknya lebih rendah dari keberadaanmu, yang artinya lebih lemah… tak akan pernah bosan kukatakan maaf, karena segala situasi yang tercipta menjadi rendah adanya dan membuat bibirmu kelu tuk ungkapkan rasa padaku… dan tak akan bosan diriku untuk terus meraih dan menggenggam keberadaanmu, mencoba terus dan terus. sebagai pembuktian atas rasa tertinggi yang hadir dan terasa.. malam ini, januari 2009, tepat kesekian kalinya suasana seperti ini menghampiri, selalu seperti ini, tidak dapat dimengerti, tapi akan selalu datang dengan maksud untuk dapat dimengerti, mungkin ini lah hidup.. tapi babak lain dalam kehidupan asmara, untuk dijalani, dirasakan, dilalui dan dijadikan sebagai title bahwa aku adalah manusia…yang membutuhkanmu..ya, membutuhkanmu…

gara-gara sinyal..berantem deh

2009/01/26 riswan99 4 comments

Selama di Nias saya mendapatkan beberapa pengalaman. Berjuta pengalaman, ada yang sedih, miris, dongkol, kesel, tapi kebanyakan lucunya… Salah satunya tentang sinyal. Karena Nias merupakan daerah terpencil/ remote area makanya sinyal disini sangat kurang sekali. Sinyal bisa ditemukan hanya pada daerah-daerah tertentu. Daerah-daerah itu dinamakan HOT SPOT, hehe… lain halnya di kota besar yang dinamakan hot spot itu area free access internet..hehe

Terus ada cerita gini. Jadi klo orang mau telepon, mereka mendatangi tempat yang dinamakan Hot Spot itu. Suatu ketika ada yang menelepon di tempat itu dan kebetulan tepat dibawah pohon. Orang itu asyik banget ngobrol. Terus ada orang nias satu lagi yang datang untuk menelepon juga. Orang yang baru datang ini kesusahan menelpon karena mungkin sinyalnya terbatas, akhirnya dia mencoba naik pohon dan melakukan panggilan. Gak berapa lama orang yang tadi naek pohon berhasil melakukan panggilan, nah malah orang yang dibawah pohon teleponnya  tiba-tiba putus.  Terus orang ini liat kanan-kiri, pas liat ke atas dia liat ada orang lagi nelpon. Nah orang yang dibawah pohon tadi bepikir kalo orang yang diatas pohon itu nyuri sinyal dia, marahlah orang yang dibawah.

x: “woi, lu nyuri sinyal gw. Turun lu!!”

y: “apaan, kaga. Enak aja”

x:”Ah cepetan turun lu!!”

y:”Kaga mau, gw lagi nelpon tau!”

x:”aaahh….”

bakbikbukbakbikbuk…..gubraggg…

Ternyata orang yang dibawah ngejar orang yang di atas pohon. Mereka berantem di atas pohon dan kemudian terjatuh. Hanya gara-gara sinyal. Hahaha..

Kalo bisa, saya mau deh jualan sinyal di sini..

Ada yang berminat??

nb:

saya denger cerita ini dari salah satu informan di nias. kalo pemerintah baca artikel ini, saya mohon Pak untuk memperbaiki sinyal di nias.. tks

Categories: Uncategorized

hikmah..

Hari ini saya memasuki beberapa desa di Nias Selatan. Desa Bawogosali, Hilisimetano dan Botohilitano. Selalu dan selalu, saya usahakan agar setiap hari saya dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari apa yang saya alami hari demi harinya.

3 desa yang saya datangi masing-masing dapat bantuan dana rehabilitasi dan rekonstruksi dari ADB. Seperti biasa, saya bersama tim melakukan inspeksi dan menerima “curhatan” dari orang-orang desa yang dapat bantuan. Banyak sekali keluhan. Keluhan karena biayanya dipotong lah, keluhan karena dipaksakan membeli ini itulah, keluhan dananya kurang lah, dan banyak lagi keluhan-keluhan lain. Kemudian saya cocokkan dengan berita-berita dan isu lain dari berbagai sumber. Ada beberapa hal yang dapat saya simpulkan dari kejadian ini:

1. Satu sisi dari banyak sisi, saya merasa miris sekali melihat orang-orang yang kekurangan ini. Sudah kekurangan dana malah dipotong lagi dananya oleh ini dan itu. Kejam sekali orang yang memotong dana bantuan untuk orang yang sangat membutuhkannya sekali. Berdosa sekali orang itu mengambil bagian/ hak orang miskin.

2. Pihak pemberi bantuan/ yang mengucurkan bantuan dalam hal ini yang tadi saya sebut sebagai “pemotong” dana bantuan tidak sepenuhnya salah. Kesalahan kadang terjadi di pihak penerima bantuan/ orang-orang desa tersbut yang terkadang tidak menggunakan uang bantuan untuk membangun rumahny, malah digunakan untuk kepentingan lain yang bersifat lebih pribadi. Ini masalah mental dan sikap menurut saya.

3. Saya miris juga dengan orang-orang desa/ terpencil di nias ini. Mereka pada umumnya hanya menunggu bantuan, menunggu, dan menunggu… Pada umumnya kondisi ini terjadi di desa nias walaupun tidak sedikit masyarakat nias yang tidak tergantung dengan bantuan dari luar. Mereka secara bergotong royong membangun desa mereka pasca gempa dan tsunami. Ini yang perlu dijadikan contoh oleh desa-desa lain.

Intinya dalam kehidupan ini, dalam realitas kehidupan yang sebenarnya, mental, sikap, kedewasaan emotional, wawasan dan keterbukaan pikiran kita akan sangat menentukan keberlangsungan hidup orang lain, dan secara otomatis terhadap diri kita sendiri.

Saya menyadari bahwa berkomunikasi dengan orang, banyak membaca, menerima masukan orang lain, cara memberi masukan orang lain yang bisa dirangkum dalam EQ, IQ dan SQ sangat penting. Sangat penting. Agar kita bisa menghargai orang lain dan diri kita sendiri.

 

Salam. sorake, 15 januari 2009

RS

Amosir Harefa

Kisah ini masih seputar tentang pengalaman saya di Tanah Nias, Sumatera Utara.

Hari ini, 10 januari  2009 saya rapat bersama salah satu anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia untuk daerah Nias. Beliau bernama Amosir Harefa. Isi rapat adalah studi kaji tentang keadaan Omo Sebua (rumah raja) yang kondisinya saat ini perlu bantuan. Rata-rata rumah omo sebua saat ini kondisinya rusak dan tidak layak huni. Semua dipaparkan oleh beliau begitu gambling dan jelas. Saya kagum terhadap orang-orang seperti beliau karena wawasannya begitu luas dan pengorbanannya begitu besar terhadap Nias. Beliau pernah mendapat kancing emas dari Nias Reconstruction Program sebuah NGO (Non Government Organization) yang berasal dari Australia karena telah membantu banyak dalam pembangunan Nias. Beliau pun telah merehabilitasi rumah raja yang berada di Hilinawalo Mazingo yang sudah termasuk dalam daftar warisan budaya internasional dalam program UNESCO. Beliau dengan rela membawa kayu dengan diameter begitu besar dari Pulau Telo ke Pelabuhan di pulau nias. Saya rasa saat ini Nias memerlukan orang-orang seperti ini. Memerlukan orang-orang yang tanpa pamrih membangun kembali desanya dengan penuh semangat.

Ada kata-kata beliau yang masih saya ingat.

“Saya siap antar bapak kemanapun, siang, malam, pagi dan petang untuk mensurvey tempat-tempat di Nias ini”.

“Saya tidak membutuhkan uang. Yang saya cari adalah NAMA. Dengan mereka mengingat nama saya berarti saya telah memberikan sesuatu yang sangat berharga untuk pulau ini. Tano Niha (Tanah Nias)”.

Terakhir sebelum beliau pulang Pak Rijadi (team leader oversight consultant traditional housing nias 2) meminta maaf bahwa kita tidak menyuguhi beliau dengan sebaik mungkin. Hanya dengan secangkir the manis dan pisang susu. Dengan senyum beliau mengeluarkan kata-kata pepatah dalam bahasa nias yang artinya:

“Kalau saat ini air laut surut, esok mungkin akan pasang”

sorake11jan09

Categories: Uncategorized

sorake, 8 januari 2009

Selain menulis artikel, pendapat dan kejadian sering saya menulis puisi. Tulisan ini paling saya sukai karena dapat memberikan gambaran luapan emosi saat saya mersakan hal itu. Lengkap rasanya untuk memiliki arti sebagai seorang manusia.

sorake, 8 januari 09

Saat hati seperti ini/ Seperti ini tak berbentuk/ Semakin kau tanam akan semakin membesar/ Lepaskanlah, nikmatilah, raihlah../ Dan senyumlah/ Karena fitrahmu/ Untuk merasakan/ Arti sebenarnya/ Dari seorang manusia..

Jika kau ragu/ Pejamkan matamu dan lihatlah/ Apakah aku adalah sebagian besar hidupmu?/ Jika tidak/ Maka kau tahu yang terbaik…

Dan aku menunggumu di sini/ Di langit/ Selama 2100 hari/ Dengan hati penuh/ Kepadamu…

Kekuatan menulis..

2009/01/10 riswan99 2 comments

Rasanya senang dapat kembali posting di blog. Sekian lama saya hibernasi dan tidak melakukan posting. Berat rasanya memulai kebiasaan baru untuk dapat menulis sesuatu setiap hari, minimal satu setiap hari apapun itu (jadi teringat sahabat saya, Kang Firman). Dan saya rasakan itu sangat sulit. Sampai terkadang saya berpikir, ah sudahlah saya akan menulis untuk hal-hal yang saya anggap sangat penting. Tapi karena hal itu malahan saya jadi tidak menulis sama sekali.

Lalu ada satu kejadian dimana saya ditunjukkan bahwa menulis itu sangat penting. Saat ini saya sedang bekerja dibawah ADB untuk program rehabilitasi rumah adat Nias, SUmatera Utara. Pekerjaan saya adalah sebagai inspector, memeriksa rumah-rumah adat di Nias kemudian memubuat laporan-laporan untuk rekomendasi. Awalnya saya sangat malas untuk membuat laporan, tapi kemudian senior saya yaitu Pak Adi Widodo Mudigdo BA dari australia yang sangat rajin sekali menulis memberitahukan bahwa menulis itu memiliki 2 fungsi, yaitu:

1. Menulis itu cara komunikasi paling efektif untuk menyampaikan pendapat dan pikiran kita ke semua orang (lebih bagus tulisan yang kita buat dalam format bahasa inggris). Karena dengan tulisan pendapat kita akan terdokumentasi dengan baik dan sekali kita menulis bisa sekian juta orang mengetahui pendapat dan pikiran kita yang tertuang dalam tulisan kita.

2. Menulis akan membentuk karakter kita. Orang akan mengenali karakter kita dari gaya tulisan kita. Orang akan melihat seberapa besar wawasan kita dalam memandang sesuatu. Intinya tulisan akan memberitahukan kepada dunia siapa Anda.

Kemudian saya baru menyadari bahwa hal itu benar. Dan sokongan datang bertubi-tubi ketika sahabat saya Kang Firman memberitahu saya bahwa saya telah lama berhibernasi. Mungkin ini saatnya untuk bangkit dan belajar menulis. Mudah-mudahan dengan menulis bisa menyumbang pemikiran-pemikiran baru yang dapat di sharing.

Mari menulis!!

salam-

Categories: Uncategorized